Rachel mendengus saat membaca pesan yang baru saja dikirimkan oleh ibu dịch - Rachel mendengus saat membaca pesan yang baru saja dikirimkan oleh ibu Việt làm thế nào để nói

Rachel mendengus saat membaca pesan

Rachel mendengus saat membaca pesan yang baru saja dikirimkan oleh ibunya. Pesan yang berisi pengingat bahwa ia harus menemui Kim Suho di restoran yang telah dipesankan ibunya seusai sekolah nanti. Rachel menyimpan ponselnya kembali kedalam saku jas seragamnya.

‘Bersiap-siaplah untuk menahan malu karena aku takkan datang.’ Batin gadis berparas cantik itu. Ia kembali menyibukkan diri dengan kegiatannya yang tadi sempat terhenti, yaitu mencari buku untuk tugas sekolahnya.

Rachel menemukan buku yang sedari tadi dicarinya, namun sayangnya buku itu terletak di rak paling atas. Dan Rachel yang mempunyai ukuran tubuh mungil, tentu saja kesulitan untuk menggapainya. Gadis itu terlalu gengsi untuk sekedar meminta pertolongan pada orang disekitarnya, meskipun orang itu akan dengan senang hati membantunya.

Disaat kebingungan melanda gadis itu, sebuah tangan terjulur untuk membantunya mengambil buku tersebut. Rachel langsung menoleh, dan seketika ekspresinya menjadi berkali lipat lebih dingin dari biasanya ketika ia melihat bahwa Kim Tan-lah orang yang membantunya itu.

“Ini buku yang kau inginkan, bukan?” Kim Tan menyerahkan buku berukuran tebal itu kepada Rachel. Rachel mengambil buku itu, karena ia memang amat sangat memerlukannya. Gadis itu langsung melenggang pergi dengan langkah angkuhnya, namun suara teguran Kim Tan menghentikan langkahnya.

“Apa sesusah itu untuk mengucapkan terima kasih pada orang yang sudah berbaik hati menolongmu?”

Rachel menghela napas, dan kemudian membalikkan tubuhnya menghadap Kim Tan. “Gomawo.” Ucapnya singkat dengan nada yang datar dan kemudian ia langsung beranjak pergi. Kim Tan memandang kepergian Rachel. Pria itu menyesali hubungan mereka yang hancur berantakan seperti ini. Ia sangat ingin bisa kembali bersahabat dengan Rachel. Karena selain Young Do, Rachel juga merupakan sahabat terbaik yang pernah ia miliki.

Tapi, apa mungkin semuanya kembali seperti dulu?

*****

_IN THE CLASS_

Nyaris semua murid mengeluh ketika sang guru sejarah Korea mengumumkan bahwa ia akan membentuk kelompok untuk mengerjakan tugas yang akan ia berikan. Tidak ada yang menyukai pelajaran sejarah Korea, kecuali Chanyoung tentunya. Pria berotak cerdas itu sangat menyukai segala macam jenis pelajaran. Yah, murid yang seperti Chanyoung memang sudah langka di zaman sekarang.

“Jangan mengeluh! Saya akan segera membacakan nama-nama anggota kelompok. Tiap kelompok akan terdiri dari lima orang anggota dan semuanya harus bekerja dengan baik untuk tugas ini, TANPA TERKECUALI!” Ujar sang guru dengan menekankan kata ‘Tanpa Terkecuali’ sembari melayangkan tatapan tajam kearah Kim Tan dan Young Do. Sebab terakhir kali ia memberikan tugas kelompok pada mereka berdua saat masih di kelas 2, tugas tersebut berakhir dengan Eun Sang yang mengerjakannya seorang diri.

Eun Sang melirik kearah Kim Tan sambil tersenyum geli. Begitu pandangannya beralih kearah Young Do, pria itu langsung membuang muka. Eun Sang mendesah sedih.

large

Satu persatu nama dipanggil oleh sang seonsangnim. “Dan untuk kelompok yang selanjutnya terdiri dari Lee Bona, Yoon Chanyoung, Yoo Rachel, Choi Young Do dan Cha Eun Sang.” Ujar guru sejarah itu.

Bona langsung membalikkan badannya guna untuk melihat Chanyoung yang duduk dibangku tepat dibelakang gadis itu. “Chanyoung-ah, kita satu kelompok!” Ujarnya girang. Chanyoung tersenyum membalas perkataan yeojachingunya itu. “Ah, tapi sayang ada si pengganggu Choi Young Do dan si ratu es Yoo Rachel.” Keluh Bona sambil mengerucutkan bibirnya.

Young Do juga mengeluh dalam hati mengapa ia harus sekelompok dengan Cha Eun Sang. Ini akan menjadi rumit untuknya. Ia sih tidak keberatan dengan keberadaan Chanyoung, dan malah ia bersyukur dapat sekelompok dengan orang sepintar Chanyoung dan Rachel. Tapi keberadaan Eun Sang cukup mengusiknya. Diam diam Rachel melirik kearah Young Do. Ia dapat melihat bahwa namja itu tengah gelisah.

*****

“Aku tahu kau gelisah karena masalah kelompok itu. Keunde, bukankah ini saat yang tepat untuk menunjukkan pada Eun Sang bahwa kau baik-baik saja tanpanya. Dan bahwa kau sudah tidak menyukainya lagi. Yah, meskipun pada kenyataannya kau masih menyukainya.”

Young Do merangkul Rachel. “Wah, adikku yang satu ini. Kau sepertinya mengkhawatirkan oppamu ini, ya.” Ujar Young Do percaya diri. Rachel yang mendengus. Tiba-tiba gadis itu teringat akan rencana ibunya yang ingin mempertemukan dia dengan namja bernama Kim Suho itu. Rachel melihat dari kejauhan bahwa supir keluarganya tengah menunggu. Jika ia pulang bersama supirnya itu, pasti sang supir akan langsung mengantarnya ke restoran yang telah dipesan ibunya.

Rachel menghentikan langkahnya. “Mau membantuku?” Tanya gadis itu sembari menatap Young Do. Young Do mengangguk. “Tentu saja. Aku kan oppamu.” Jawabnya.

tumblr_mv7e9lOEzV1scm9d0o2_250

“Bawa aku pergi kemana saja, asal tidak pulang ke rumah.”

Young Do mengernyit bingung. “Wae?”

“Eommaku kembali berulah. Ia sudah menyiapkan calon tunangan untukku. Aku sudah muak menjadi bonekanya.” Ucap Rachel.

“Arasso. Aku tahu tempat yang pas. Kajja!”

*****

_AT THE RESTAURANT_

Seorang pria tampan, masih dengan menggunakan seragam sekolahnya, tengah duduk dengan gelisah disalah satu meja di restoran tersebut. Berkali-kali namja pemilik nama Kim Suho itu menoleh kearah jam tangan bermerk yang melingkari pergelangan tangannya itu. Pandangannya kembali menuju kearah pintu masuk restoran. Dalam hati namja itu mengumpat kesal.

‘Aku membuang-buang waktu berhargaku disini. Yeoja itu bahkan tidak ingin bertemu denganku.’ Batinnya kesal. Sebenarnya itu semua adalah rencana ibunya dan sahabat sang ibu untuk menjodohkan putra dan putri mereka. Suho sendiri tidak menyukai ide itu sebab ia telah mempunyai seorang gadis yang disukainya.

“Cih, perjodohan! Mereka pikir ini zaman dinasti jeonseon apa?” Gumamnya sebal dan kemudian menenggak minumannya. Sudah 2 gelas minuman habis diminum oleh Suho, dan gadis yang ditunggunya belum juga menampakkan batang hidungnya. Yah, gadis yang diitunggunya memang tidak akan datang sebab gadis itu sedang menghabiskan waktu bersama “Oppanya”

*****

_AT PARADISE CAFÉ_

Rachel memperhatikan suasana café yang pada hari ini cukup ramai dikunjungi. Gadis itu sedang berada di café milik ibu Young Do. Ini sudah ketiga kalinya gadis berponi itu datang ke café ini, bersama Young Do tentunya.

“Ini.” Young Do datang sembari membawa minuman dan juga cheese cake untuk mereka berdua.

“Ibumu pasti mengamuk jika tahu kau tidak datang ke kencan buta itu dan malah disini bersamaku.” Ujar Young Do. Ia kemudian menyuapkan sesendok cheese cake kedalam mulutnya. Yah, Young Do memang tahu bahwa Esther tidak suka jika masih berhubungan dengan Rachel.

“Biar saja. Aku tidak peduli.” Jawab Rachel acuh. Gadis itu memilih untuk menikmati makanan favoritnya itu.

“Annyeong Rachel.” Sapa ibunda Young Do. Rachel bangkit dari duduknya dan kemudian membungkuk sopan. “Annyeong ahjumma.” Balas gadis itu ramah.

“Bagaimana kabarmu?”

“Baik. Ahjumma sendiri bagaimana?”

“Aku juga baik. Ah geure, lanjutkan makannya ya. Selamat menikmati.” Ujar ibunda Young Do, dan kemudian ia beranjak pergi untuk melayani pelanggan yang baru saja datang. Rachel menatap ibunda Young Do. Dalam hati ia berharap bahwa ibunya juga bisa bersikap seperti ibunda Young Do. Bersikap selayaknya seorang ibu.

Tapi Rachel sadar bahwa itu adalah keinginan yang mustahil. Ibunya berbeda dari ibu kebanyakan. Jika ibu rumah tangga lainnya lebih memilih untuk berkutat di dapur demi membuatkan berbagai makanan lezat nan bergizi untuk keluarganya, namun Esther malah memilih untuk berkutat dengan setumpuk berkas-berkas di kantornya. Rachel tersenyum miris.

“Wae?” Tanya Young Do sembari memperhatikan ekpresi Rachel. Gadis itu menggeleng. “Hanya sedang memikirkan sesuatu.”

“Jika kau mau, kau bisa menceritakannya padaku, jadi kita bisa memikirkannya bersama-sama. Bukankah itu hal yang sangat romantis, eo?” Canda Young Do. Rachel tersenyum kecil menanggapi celotehan Young Do.

*****

Tepat pukul 7 malam Rachel menginjakkan kaki di rumahnya. Gadis itu sudah siap untuk menerima amukan dari ibunya. Toh, ia sudah tidak peduli. Ini adalah keputusan yang diambilnya. Gadis itu hanya tidak ingin kembali terjerumus kedalam lubang percintaan yang menyakitkan. Cukup sudah 2 kali ia merasakan rasa sakit hati. Yang pertama pada Kim Won dan yang terakhir pada Kim Tan. Yah, sebanyak dua kali gadis itu merasakan sakit hati dan yang membuat miris adalah karena kedua namja itu adalah adik kakak.

“Dari mana saja kau?” Tanya Esther sembari menatap Rachel tajam. “Kenapa kau tidak datang, eo? Kau sudah membuat Suho menunggumu selama berjam-jam. Kau membuatku malu!” Bentak Esther.

Rachel menanggapinya dengan tenang. “Kenapa kaget? Bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya bahwa aku takkan datang?” Ucap Rachel dan kemudian gadis itu melangkah pergi menuju kamarnya. Esther mengikuti putrinya itu. “Eomma sudah mengatur jadwal pertemuan kalian. Dan eomma pastikan kali ini kau akan menemui Suho.”

Rachel menatap Esther geram. “Coba saja dan aku akan kembali membuatmu malu. Aku takkan berhenti sampai kau menyerah untuk mengatur kehidupanku.”

“Aku takkan menyerah. Apapun yang terjadi, kau akan tetap bertunangan dengan Suho.” Tegas Esther. Esther melangkah keluar dari kamar Rachel, dan tiba-tiba saja ia mengunci pintu kamar Rachel dari luar. Rachel spontan langsung memberontak. Ia menggedor-gedor pintu kamarnya. “Eomma, apa apaan ini! Cepat buka pintunya!” Teriak Rachel, namun Esther tetap diam dan lebih memilih untuk pergi meninggalkan Rachel.

“Eomma!”

Rachel mendengus kesal. Wajah gadis itu merah padam, pertanda bahwa ia benar-benar sudah amat sangat emosi. Kali ini ibunya sudah bertindak terlalu jauh.

“Geure, kalau ini yang kau inginkan.”

Dengan tergesa Rachel mengambil ponselnya di saku jas sekolah. Hanya ada satu nama yang terlintas dikepala gadis itu. Choi Young Do. Yah, hanya dia yang
0/5000
Từ: -
Sang: -
Kết quả (Việt) 1: [Sao chép]
Sao chép!
Rachel mendengus saat membaca pesan yang baru saja dikirimkan bởi ibunya. Pesan yang berisi pengingat bahwa ia harus menemui Kim Suho di Twister yang telah dipesankan ibunya seusai sekolah nanti. Rachel menyimpan ponselnya kembali kedalam saku jas seragamnya.'Bersiap-siaplah untuk menahan malu karena aku takkan datang.' Batin gadis berparas cantik itu. IA kembali menyibukkan diri dengan kegiatannya yang tadi sempat terhenti, yaitu mencari buku untuk tugas sekolahnya.Rachel menemukan buku yang sedari tadi dicarinya, namun sayangnya buku itu terletak di rak paling atas. Dan Rachel yang mempunyai ukuran tubuh mungil, tentu saja kesulitan untuk menggapainya. Gadis itu terlalu gengsi untuk sekedar meminta pertolongan pada orang disekitarnya, meskipun orang itu akan dengan senang hati membantunya.Disaat kebingungan melanda gadis itu, sebuah tangan terjulur untuk membantunya mengambil buku tersebut. Rachel langsung menoleh, dan seketika ekspresinya menjadi berkali lipat lebih dingin từ biasanya ketika ia melihat bahwa Kim tân-lah orang yang membantunya itu."Ini buku yang kau inginkan, bukan?" Kim tân menyerahkan buku berukuran tebal itu kepada Rachel. Rachel mengambil buku itu, karena ia memang amat sangat memerlukannya. Gadis itu langsung melenggang pergi dengan langkah angkuhnya, namun suara teguran Kim tân menghentikan langkahnya."Apa sesusah itu untuk mengucapkan terima kasih pada orang yang sudah berbaik hati menolongmu?"Rachel menghela napas, dan kemudian membalikkan tubuhnya menghadap Kim tân. "Gomawo." Ucapnya singkat dengan nada yang datar dan kemudian ia langsung beranjak pergi. Kim tân memandang kepergian Rachel. Dung itu menyesali hubungan mereka yang hancur berantakan seperti ini. IA sangat ingin bisa kembali bersahabat dengan Rachel. Karena selain trẻ làm, Rachel juga merupakan sahabat terbaik yang pernah ia miliki.TAPI, apa mungkin semuanya kembali seperti dulu?*****_IN CLASS_Nyaris semua murid mengeluh ketika hát guru sejarah Hàn Quốc mengumumkan bahwa ia akan membentuk kelompok untuk mengerjakan tugas yang akan ia berikan. Tidak ada yang menyukai pelajaran sejarah Triều tiên, kecuali Chanyoung tentunya. Dung berotak cerdas itu sangat menyukai segala macam jenis pelajaran. Yah, murid yang seperti Chanyoung memang sudah langka di zaman sekarang."Jangan mengeluh! Saya akan segera membacakan nama-nama anggota kelompok. Tiap kelompok akan terdiri dari lima orang anggota dan semuanya harus bekerja dengan baik untuk tugas ini, TANPA TERKECUALI!" Ujar hát guru dengan menekankan kata 'Tanpa Terkecuali' sembari melayangkan tatapan tajam kearah Kim tân dân trẻ làm. Sebab terakhir kali ia memberikan tugas kelompok Nhật mereka berdua saat masih di kelas 2, tugas tersebut berakhir dengan Eun Sang yang mengerjakannya seorang diri.Eun Sang melirik kearah Kim tân sambil tersenyum geli. Begitu pandangannya beralih kearah trẻ làm, dung itu langsung membuang muka. Eun Sang mendesah sedih.lớnSatu persatu nama dipanggil bởi hát seonsangnim. "Dan untuk kelompok yang selanjutnya terdiri dari Lee Bona, Yoon Chanyoung, Yoo Rachel, dan Choi trẻ làm Cha Eun Sang." Ujar guru sejarah itu.Bona langsung membalikkan badannya guna untuk melihat Chanyoung yang duduk dibangku tepat dibelakang gadis itu. "Chanyoung-ah, kita satu kelompok!" Ujarnya girang. Chanyoung tersenyum membalas perkataan yeojachingunya itu. "Ah, tapi sayang ada si pengganggu Choi trẻ làm dan si ratu es Yoo Rachel." Keluh Bona sambil mengerucutkan bibirnya.Trẻ làm juga mengeluh dalam hati mengapa ia harus sekelompok dengan Cha Eun hát. Ini akan menjadi rumit untuknya. IA sih tidak keberatan dengan keberadaan Chanyoung, dan malah ia bersyukur luật sekelompok dengan orang sepintar Chanyoung dan Rachel. TAPI keberadaan Eun Sang cukup mengusiknya. Diam diam Rachel melirik kearah trẻ làm. IA luật melihat bahwa namja itu tengah gelisah.*****"Aku hũ kau gelisah karena masalah kelompok itu. Keunde, bukankah ini saat yang tepat untuk menunjukkan pada Eun Sang bahwa kau baik-baik saja tanpanya. Dan bahwa kau sudah tidak menyukainya lagi. Yah, meskipun pada kenyataannya kau masih menyukainya."Trẻ làm merangkul Rachel. "Wah, adikku yang satu ini. Kau sepertinya mengkhawatirkan oppamu ini, ya. " Ujar trẻ làm percaya diri. Rachel yang mendengus. Tiba-tiba gadis itu teringat akan rencana ibunya yang ingin mempertemukan dia dengan namja bernama Kim Suho itu. Rachel melihat dari kejauhan bahwa supir keluarganya tengah menunggu. Nếu ia pulang bersama supirnya itu, các pasti hát supir akan langsung mengantarnya ke Twister yang telah dipesan ibunya.Rachel menghentikan langkahnya. "Mau membantuku?" Tanya gadis itu sembari menatap trẻ làm. Trẻ làm mengangguk. "Tentu saja. Aku kan oppamu." Jawabnya.tumblr_mv7e9lOEzV1scm9d0o2_250"Bawa aku pergi kemana saja, kiệt tidak pulang ke rumah."Trẻ làm mengernyit bingung. "Wae?""Eommaku kembali berulah. IA sudah menyiapkan calon tunangan untukku. Aku sudah muak menjadi bonekanya." Ucap Rachel."Arasso. Aku hũ đặt yang pas. Kajja!"*****_AT RESTAURANT_Seorang dung tampan, masih dengan menggunakan seragam sekolahnya, tengah duduk dengan gelisah disalah satu Services DNS di Twister tersebut. Berkali-kali namja pemilik nama Kim Suho itu menoleh kearah jam tangan bermerk yang melingkari pergelangan tangannya itu. Pandangannya kembali menuju kearah pintu masuk Twister. Dalam hati namja itu mengumpat kesal.' Aku membuang-buang waktu berhargaku disini. Yeoja itu bahkan tidak ingin bertemu denganku.' Batinnya kesal. Sebenarnya itu semua là rencana ibunya dan sahabat hát ibu untuk menjodohkan putra dan putri mereka. Suho sendiri tidak menyukai ide itu sebab ia telah mempunyai seorang gadis yang disukainya."Cih, perjodohan! Mereka pikir ini zaman dinasti jeonseon apa? " Gumamnya sebal dan kemudian menenggak minumannya. Sudah 2 gelas minuman habis diminum bởi Suho, dan gadis yang ditunggunya belum juga menampakkan batang hidungnya. Yah, gadis yang diitunggunya memang tidak akan datang sebab gadis itu sedang menghabiskan waktu bersama "Oppanya"*****_AT THIÊN ĐƯỜNG CAFÉ_Rachel memperhatikan suasana café yang pada hari ini cukup ramai dikunjungi. Gadis itu sedang berada di café milik ibu trẻ làm. Ini sudah ketiga kalinya gadis berponi itu datang ke café ini, bersama trẻ làm tentunya."Ini." Trẻ làm datang sembari membawa minuman dan juga phô mai bánh untuk mereka berdua."Ibumu pasti mengamuk nếu hũ kau tidak datang ke kencan buta itu dan malah disini bersamaku." Ujar trẻ làm. IA kemudian menyuapkan sesendok phô mai bánh kedalam mulutnya. Yah, trẻ làm memang hũ bahwa Esther tidak suka nếu masih berhubungan dengan Rachel."Biar saja. Aku tidak peduli." Jawab Rachel acuh. Gadis itu memilih untuk menikmati makanan favoritnya itu."Annyeong Rachel." Sapa ibunda trẻ làm. Rachel bangkit dari duduknya dan kemudian membungkuk sopan. "Annyeong ahjumma." Balas gadis itu ramah."Bagaimana kabarmu?""Baik. Ahjumma sendiri bagaimana?""Aku juga baik. Ah geure, lanjutkan makannya ya. Selamat menikmati." Ujar ibunda trẻ làm, dan kemudian ia beranjak pergi untuk melayani pelanggan yang baru saja datang. Rachel menatap ibunda trẻ làm. Dalam hati ia berharap bahwa ibunya juga bisa bersikap seperti ibunda trẻ làm. Bersikap selayaknya seorang ibu.Surat Rachel sadar bahwa itu là keinginan yang mustahil. Ibunya berbeda dari ibu kebanyakan. Nếu ibu rumah tangga lainnya lebih memilih untuk berkutat di dapur demi membuatkan berbagai makanan lezat nan bergizi untuk keluarganya, namun Esther malah memilih untuk berkutat dengan setumpuk berkas-berkas di kantornya. Rachel tersenyum miris."Wae?" Tanya trẻ làm sembari memperhatikan ekpresi Rachel. Gadis itu menggeleng. "Hanya sedang memikirkan sesuatu.""Nếu kau mau, kau bisa menceritakannya padaku, jadi kita bisa memikirkannya bersama-sama. Bukankah itu hal Dương sangat romantis, eo?" Canda trẻ làm. Rachel tersenyum kecil menanggapi celotehan trẻ làm.*****Tepat pukul 7 malam Rachel menginjakkan kaki di rumahnya. Gadis itu sudah siap untuk menerima amukan từ ibunya. Toh, ia sudah tidak peduli. Ini là keputusan yang diambilnya. Gadis itu hanya tidak ingin kembali terjerumus kedalam lubang percintaan yang menyakitkan. Cukup sudah 2 kali ia merasakan rasa sakit hati. Yang pertama pada Kim Won dan yang terakhir pada Kim tân. Yah, sebanyak dua kali gadis itu merasakan sakit hati dan yang membuat miris là karena kedua namja itu là adik kakak."Dari mana saja kau?" Tanya Esther sembari menatap Rachel tajam. "Kenapa kau tidak datang, eo? Kau sudah membuat Suho menunggumu selama berjam-giơ. Kau membuatku malu!" Bentak Esther.Rachel menanggapinya dengan tenang. "Kenapa kaget? Bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya bahwa aku takkan datang?" Ucap Rachel dan kemudian gadis itu melangkah pergi menuju kamarnya. Esther mengikuti putrinya itu. "Eomma sudah mengatur jadwal pertemuan kalian. Dan eomma pastikan kali ini kau akan menemui Suho."Rachel menatap Esther geram. "Coba saja dan aku akan kembali membuatmu malu. Aku takkan berhenti sampai kau menyerah untuk mengatur kehidupanku.""Aku takkan menyerah. Apapun yang terjadi, kau akan tetap bertunangan dengan Suho." Tegas Esther. Esther melangkah keluar dari phòng Rachel, dan tiba-tiba saja ia mengunci pintu phòng Rachel dari luar. Rachel spontan langsung memberontak. IA menggedor-gedor pintu kamarnya. "Eomma, apa apaan này! Cepat buka pintunya!" Teriak Rachel, namun Esther tetap diam dan lebih memilih untuk pergi meninggalkan Rachel."Eomma!"Rachel mendengus kesal. Wajah gadis itu merah padam, pertanda bahwa ia benar-benar sudah amat sangat emosi. Kali ini ibunya sudah bertindak terlalu jauh."Geure, kalau ini yang kau inginkan."Dengan tergesa Rachel mengambil ponselnya di saku jas sekolah. Hanya ada satu nama yang terlintas dikepala gadis itu. Choi trẻ làm. Yah, hanya dia yang
đang được dịch, vui lòng đợi..
Kết quả (Việt) 2:[Sao chép]
Sao chép!
Rachel mendengus saat membaca pesan yang Baru saja dikirimkan Oleh ibunya. Pesan yang berisi pengingat bahwa ia harus menemui Kim Suho di Restoran yang telah dipesankan ibunya seusai Sekolah nanti. Rachel menyimpan ponselnya Kembali kedalam saku JAS seragamnya. 'Bersiap-siaplah untuk menahan Malu Karena aku takkan Datang.' Batin gadis berparas cantik ITU. Ia Kembali menyibukkan diri dengan kegiatannya yang tadi sempat terhenti, yaitu mencari buku untuk Tugas sekolahnya. Rachel menemukan buku yang sedari tadi dicarinya, namun sayangnya buku ITU terletak di Rak ATA hàng rào bằng cọc. Dan Rachel yang mempunyai ukuran tubuh mungil, tentu saja kesulitan untuk menggapainya. Gadis ITU terlalu gengsi untuk sekedar meminta pertolongan pada orang disekitarnya, meskipun orang ITU Akan dengan senang hati membantunya. Disaat kebingungan melanda gadis ITU, sebuah tangan terjulur untuk membantunya mengambil buku tersebut. Rachel langsung menoleh, dan seketika ekspresinya menjadi berkali lipat lebih dingin dari biasanya ketika ia melihat bahwa Kim Tân-lah orang yang membantunya ITU. "Ini buku yang kau inginkan, Bukan?" Kim Tân menyerahkan buku berukuran kepada ITU Tebal Rachel. Rachel mengambil buku ITU, Karena ia memang AMAT sangat memerlukannya. Gadis ITU langsung melenggang pergi dengan Langkah angkuhnya, namun suara teguran Kim Tân langkahnya menghentikan. "Apa sesusah ITU untuk mengucapkan Terima Kasih pada orang yang sudah berbaik hati menolongmu?" Rachel menghela Napas, dan kemudian membalikkan tubuhnya menghadap Kim Tân. "Gomawo." Ucapnya singkat dengan nada yang datar dan kemudian ia langsung beranjak pergi. Kim Tân memandang Rachel kepergian. PRIA ITU menyesali hubungan mereka yang hancur berantakan seperti ini. Ia sangat ingin bisa Kembali bersahabat dengan Rachel. Karena selain Young Do, Rachel JUGA merupakan sahabat terbaik yang pernah ia miliki. Tapi, apa mungkin semuanya Kembali seperti dulu? ***** _Print THE CLASS_ Nyaris semua murid mengeluh ketika hát guru Sejarah Quốc mengumumkan bahwa ia Akan membentuk kelompok untuk mengerjakan Tugas yang ia Akan berikan. Tidak ada yang menyukai Pelajaran Sejarah Hàn Quốc, kecuali chanyoung tentunya. PRIA berotak cerdas ITU sangat menyukai Segala macam Jenis Pelajaran. Yah, murid yang seperti chanyoung memang sudah Langka di Zaman Ngay. "Jangan mengeluh! Saya Akan segera membacakan nama-nama anggota kelompok. Tiap kelompok Akan terdiri dari lima orang anggota dan semuanya harus bekerja dengan Baik untuk Tugas ini, TANPA TERKECUALI! "Ujar hát guru dengan menekankan kata 'Tanpa Terkecuali' sembari melayangkan tatapan tajam kearah Kim Tân dân trẻ Do. Sebab terakhir kali ia memberikan Tugas kelompok pada mereka berdua saat masih di kelas 2, Tugas tersebut berakhir dengan Eun Sang yang mengerjakannya Seorang diri. Eun Sang melirik kearah Kim Tân sambil tersenyum Geli. Begitu pandangannya beralih kearah Young Do, PRIA ITU langsung membuang muka. Eun Sang sedih mendesah. lớn Satu persatu nama dipanggil Oleh hát seonsangnim. "Dan untuk kelompok yang selanjutnya terdiri dari Lee Bona, Yoon chanyoung, Yoo Rachel, Choi Young Do dan Cha Eun Sang." Ujar guru Sejarah ITU. Bona langsung membalikkan badannya guna untuk melihat chanyoung yang duduk dibangku tepat dibelakang gadis ITU. "Chanyoung-ah, kita satu kelompok!" Ujarnya girang. Chanyoung tersenyum membalas perkataan yeojachingunya ITU. "Ah, tapi Sayang ada si pengganggu Choi Young Do dan si Ratu es Yoo Rachel." Keluh Bona sambil bibirnya mengerucutkan. Young Do JUGA mengeluh dalam hati mengapa ia harus sekelompok dengan Cha Eun Sang. Ini Akan menjadi rumit untuknya. Ia sih tidak keberatan dengan keberadaan chanyoung, dan malah ia bersyukur dapat sekelompok dengan orang sepintar chanyoung dan Rachel. Tapi keberadaan Eun Sang mengusiknya cukup. Diam diam Rachel melirik kearah trẻ Do. Ia dapat melihat bahwa namja ITU Tengah gelisah. ***** "Aku tahu kau gelisah Karena masalah kelompok ITU. Keunde, bukankah ini saat yang tepat untuk pada menunjukkan Eun Sang bahwa kau Baik-Baik saja tanpanya. Dan bahwa kau sudah tidak menyukainya lagi. Yah, meskipun pada kenyataannya kau masih menyukainya. " Young Do merangkul Rachel. "Wah, adikku yang satu ini. Kau sepertinya mengkhawatirkan oppamu ini, ya. "Ujar Young Do percaya diri. Rachel yang mendengus. Tiba-TIBA gadis ITU teringat Akan rencana ibunya yang ingin mempertemukan dia dengan namja Bernama Kim Suho ITU. Rachel melihat dari kejauhan bahwa supir keluarganya Tengah menunggu. Jika ia pulang Bersama supirnya ITU, pasti hát supir Akan langsung mengantarnya ke Restoran yang telah dipesan ibunya. Rachel langkahnya menghentikan. "Mau membantuku?" Tanya gadis ITU sembari menatap trẻ Do. Young Do mengangguk. "Tentu saja. Aku kan oppamu. "Jawabnya. tumblr_mv7e9lOEzV1scm9d0o2_250 "Bawa aku pergi kemana saja, asal tidak pulang ke rumah." Young Do mengernyit bingung. "Wae?" "Eommaku Kembali berulah. Ia sudah menyiapkan calon tunangan untukku. Aku sudah Muak menjadi bonekanya. "Ucap Rachel. "Arasso. Aku tahu tempat yang pas. Kajja! " ***** _AT THE RESTAURANT_ Seorang PRIA tampan, masih dengan menggunakan seragam sekolahnya, Tengah duduk dengan gelisah disalah satu meja di Restoran tersebut. Berkali-kali namja pemilik nama Kim Suho ITU menoleh kearah jam tangan bermerk yang melingkari pergelangan tangannya ITU. Pandangannya Kembali menuju kearah Pintu Masuk Restoran. Dalam hati namja ITU mengumpat kesal. 'Aku membuang-Buang waktu berhargaku Disini. Yeoja ITU bahkan tidak ingin bertemu denganku. ' Batinnya kesal. Sebenarnya ITU semua adalah rencana ibunya dan sahabat hát Ibu untuk menjodohkan Putra Putri dan mereka. Suho sendiri tidak menyukai ide ITU sebab ia telah mempunyai Seorang gadis yang disukainya. "CIH, perjodohan! Mereka pikir ini Zaman dinasti jeonseon apa? "Gumamnya sebal dan kemudian menenggak minumannya. Sudah 2 Gelas minuman habis diminum Oleh Suho, dan gadis yang ditunggunya belum JUGA menampakkan Batang hidungnya. Yah, gadis yang diitunggunya memang tidak Akan Datang sebab gadis ITU sedang menghabiskan waktu Bersama "Oppanya" ***** _AT PARADISE CAFÉ_ Rachel memperhatikan suasana phê yang pada hari ini cukup ramai dikunjungi. Gadis ITU sedang berada di phê milik Ibu trẻ Do. Ini sudah ketiga kalinya gadis berponi ITU Datang ke phê ini, Bersama Young Do tentunya. "Ini." Young Do Datang sembari membawa minuman dan JUGA cheese cake untuk mereka berdua. "Ibumu pasti mengamuk jika tahu kau tidak Datang ke kencan buta ITU dan malah Disini bersamaku. "Ujar trẻ Do. Ia kemudian menyuapkan sesendok cheese cake kedalam mulutnya. Yah, Young Do memang tahu bahwa Esther tidak suka jika masih berhubungan dengan Rachel. "Biar saja. Aku tidak peduli. "Jawab Rachel acuh. Gadis ITU memilih untuk menikmati Makanan favoritnya ITU. "Annyeong Rachel." Sapa ibunda trẻ Do. Rachel Bangkit, nhận dari duduknya dan kemudian membungkuk sopan. "Annyeong ahjumma." Balas gadis Ra-ma ITU. "Bagaimana kabarmu?" "Baik. Ahjumma sendiri bagaimana? " "Aku JUGA Baik. Ah geure, lanjutkan makannya ya. Selamat menikmati. "Ujar ibunda Young Do, dan kemudian ia beranjak pergi untuk melayani pelanggan yang Baru saja Datang. Rachel menatap ibunda trẻ Do. Dalam hati ia berharap bahwa ibunya JUGA bisa bersikap seperti ibunda trẻ Do. Bersikap selayaknya Seorang Ibu. Tapi Rachel Sadar bahwa ITU adalah keinginan yang mustahil. Ibunya berbeda dari Ibu kebanyakan. Jika Ibu rumah tangga lainnya lebih memilih untuk berkutat di dapur demi membuatkan berbagai Makanan lezat nan bergizi untuk keluarganya, namun Esther malah memilih untuk berkutat dengan setumpuk berkas-berkas di kantornya. Miris Rachel tersenyum. "Wae?" Tanya Young Do sembari memperhatikan ekpresi Rachel. Gadis ITU menggeleng. "Hanya sedang sesuatu memikirkan." "Jika kau mau, kau bisa menceritakannya padaku, Jadi kita bisa memikirkannya Bersama-sama. Bukankah hal ITU yang sangat Romantis, eo? "Canda trẻ Do. Rachel tersenyum Kecil menanggapi celotehan trẻ Do. ***** Tepat pukul 7 malam Rachel menginjakkan kaki di rumahnya. Gadis ITU sudah SIAP untuk menerima amukan dari ibunya. Toh, ia sudah tidak peduli. Ini adalah keputusan yang diambilnya. Gadis ITU Hanya tidak ingin Kembali terjerumus kedalam lubang percintaan yang menyakitkan. Cukup sudah 2 kali ia merasakan rasa sakit hati. Yang Pertama pada Kim Won dan yang terakhir pada Kim Tân. Yah, sebanyak dua kali gadis ITU merasakan sakit hati dan yang membuat miris adalah Karena kedua namja ITU adalah adik kakak. "Dari mana saja kau?" Tanya Esther sembari menatap Rachel tajam. "Kenapa kau tidak Datang, eo? Kau sudah membuat Suho menunggumu selama berjam-jam. Kau membuatku Malu! "Bentak Esther. Rachel menanggapinya dengan tenang. "Kenapa kaget? Bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya bahwa aku takkan Datang? "Ucap Rachel dan kemudian gadis ITU melangkah pergi menuju kamarnya. Esther mengikuti putrinya ITU. "Eomma sudah mengatur jadwal pertemuan Kalian. Dan eomma kali pastikan ini kau Akan menemui Suho. " Rachel menatap Esther geram. "Coba saja dan aku Akan Kembali membuatmu Malu. Aku takkan berhenti sampai kau menyerah untuk mengatur kehidupanku. " "Aku takkan menyerah. Apapun yang terjadi, kau Akan tetap bertunangan dengan Suho. "Tegas Esther. Esther melangkah Keluar dari kamar Rachel, dan TIBA-TIBA saja ia mengunci Pintu kamar Rachel dari luar. Rachel spontan memberontak langsung. Ia menggedor-gedor Pintu kamarnya. "Eomma, apa apaan ini! Cepat Buka pintunya! "Teriak Rachel, namun Esther tetap diam dan lebih memilih untuk pergi meninggalkan Rachel. "Eomma!" Rachel mendengus kesal. Wajah gadis ITU Padam merah, pertanda bahwa ia benar-benar sudah AMAT sangat emosi. Kali ini ibunya sudah bertindak terlalu jauh. "Geure, kalau ini yang kau inginkan." Dengan tergesa Rachel mengambil ponselnya di saku JAS Sekolah. Hanya ada satu nama yang terlintas dikepala gadis ITU. Choi Young Do. Yah, Hanya dia yang









































































































đang được dịch, vui lòng đợi..
 
Các ngôn ngữ khác
Hỗ trợ công cụ dịch thuật: Albania, Amharic, Anh, Armenia, Azerbaijan, Ba Lan, Ba Tư, Bantu, Basque, Belarus, Bengal, Bosnia, Bulgaria, Bồ Đào Nha, Catalan, Cebuano, Chichewa, Corsi, Creole (Haiti), Croatia, Do Thái, Estonia, Filipino, Frisia, Gael Scotland, Galicia, George, Gujarat, Hausa, Hawaii, Hindi, Hmong, Hungary, Hy Lạp, Hà Lan, Hà Lan (Nam Phi), Hàn, Iceland, Igbo, Ireland, Java, Kannada, Kazakh, Khmer, Kinyarwanda, Klingon, Kurd, Kyrgyz, Latinh, Latvia, Litva, Luxembourg, Lào, Macedonia, Malagasy, Malayalam, Malta, Maori, Marathi, Myanmar, Mã Lai, Mông Cổ, Na Uy, Nepal, Nga, Nhật, Odia (Oriya), Pashto, Pháp, Phát hiện ngôn ngữ, Phần Lan, Punjab, Quốc tế ngữ, Rumani, Samoa, Serbia, Sesotho, Shona, Sindhi, Sinhala, Slovak, Slovenia, Somali, Sunda, Swahili, Séc, Tajik, Tamil, Tatar, Telugu, Thái, Thổ Nhĩ Kỳ, Thụy Điển, Tiếng Indonesia, Tiếng Ý, Trung, Trung (Phồn thể), Turkmen, Tây Ban Nha, Ukraina, Urdu, Uyghur, Uzbek, Việt, Xứ Wales, Yiddish, Yoruba, Zulu, Đan Mạch, Đức, Ả Rập, dịch ngôn ngữ.

Copyright ©2025 I Love Translation. All reserved.

E-mail: